Remaja Islami

selamat datang di blog saya www.Dadangaswandi93.blogspot.com

Rabu, 16 Maret 2016

Aku cinta kamu karena Allah



yang terakhir


Allah ﷻ berfirman,
النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS:Al-Ahzab | Ayat: 6).
Ayat ini menjelaskan bahwasanya istri-istri Rasulullah ﷺ adalah ibunya orang-orang yang beriman. Rasulullah ﷺ memiliki 11 orang istri. Semuanya disebut sebagai ibu orang-orang yang beriman (Ummahatul Mukminin). Di antara istri beliau ﷺ adalah Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits radhiallahu ‘anha.
Allah ﷻ sebut istri-istri Nabi ﷺ sebagai ibu orang-orang yang beriman. Tentu ironis, ketika kita –yang mengaku sebagai orang-orang yang beriman- lebih mengenal artis dari ibu kita sendiri. Sesuatu yang wajar kita tahu siapa ibu negara. Tidak tahu dengan ibu sendiri? Hmm..
Mari sejenak mengenal ibu kita, Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harist radhiallahu ‘anha.

Salahkah Aku Mencintai Dunia?





Seorang tabi’in, Salamah bin Dinar (Abu Hazim) pernah ditanya oleh Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, semoga Allah merahmati keduanya:
“Sungguh kudapati pada diriku ini sesuatu yang membuatku bersedih”, kata Abdurrahman.
“Apa itu wahai putra saudaraku?” tanya Salamah bin Dinar.
“Cinta dunia,” jawab Abdurrahman.
Salamah bin Dinar berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya aku tidak menyalahkan diriku karena sesuatu yang Allah beri padaku. Karena Allah telah membuat kita cinta akan dunia ini. Tapi janganlah kecitaan kita pada dunia membuat kita mengambil sesuatu yang Allah benci. Dan menghalangi kita dari sesuatu yang Allah cintai. Jika demikian yang kita lakukan, maka kecintaan pada dunia tidak membahayakan kita. Selain (dua) hal ini, barulah kita cela diri kita (karena mencintai dunia).”

Minggu, 22 November 2015

artikel

Masa muda inilah kita semakin mengenal erti kehidupan. Ini kerana sebelum ini kita berada di alam kanak-kanak . Pada zaman kanak-kanak kita masih tidak mengenali erti kehidupan lagi. Pada masa muda inilah kita semakin mengenali siapa diri kita, apa yang kita minat dan sebagainya.
Justeru kita sebagai pemuda muslim perlu membina dan memiliki kekuatan agar menjadi pemuda yang lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT, lalu apakah yang perlu diperkuatkan oleh kita?
Justeru saya teringat pesanan Syeikh Dr Yusof Al Qardhawi, beliau menyatakan sekurang-kurangnya ada 3 perkara yang perlu diperkuatkan oleh pemuda.